Filosofi Nama "Penggalang" dan Keindahan Pramuka Penggalang

Filosofi Nama "Penggalang" dan Keindahan Pramuka Penggalang.

Salam Pramuka!
Halo teman-teman! Perkenalkan, nama saya Reysha Nur Cahyani. Saya seorang Pramuka Penggalang dari Pangkalan SMP Negeri 1 Pedan yang memiliki hobi berpetualang dan bercerita.

Teman-teman, apa yang kalian pikirkan tentang "Pramuka Penggalang"? Ya, "Pramuka Penggalang"

"Pramuka" sendiri memiliki kepanjangan Praja Muda Karana yang artinya Jiwa Muda Yang Suka Berkarya. Dan "Penggalang" adalah tingkatan kedua dalam gerakan Pramuka setelah Siaga yang beranggotakan remaja berusia 11-15 tahun. 

Nama "Penggalang" diambil dari kiasan masa "Penggalangan" perjuangan bangsa Indonesia yang pada saat itu mulai menggalang diri untuk bersatu melalui peristiwa Sumpah Pemuda 1928.

Sangat keren bukan!

Kesimpulannya, Pramuka Penggalang adalah tingkatan dalam gerakan Pramuka untuk usia 11-15 tahun yang mempresentasikan "Jiwa Muda Yang Suka Berkarya" dan bergerak bersama dalam semangat persatuan.

Tetapi, keindahan Pramuka Penggalang tidak berhenti pada sejarah dan filosofi namanya. Dibalik seragam coklat dan serangan leher yang kita kenakan, ada petualangan seru yang membentuk mental dan karakter kita.

Dimana sih letak indahnya? Yuk kita bahas 2 contoh!

1. Menemukan kepercayaan Diri 
Sebelum aktif di Pramuka, sebagian besar dari kita mungkin masih pemalu dan ragu-ragu untuk tampil di depan umum. Namun, Pramuka benar-benar menguji mental kita melalui berbagai kegiatan, seperti memimpin regu, menyampaikan pendapat, dan menyalurkan bakat.
2. Hangatnya kekeluargaan yang terjalin
Dalam Pramuka Penggalang, kita tidak belajar sendirian. Kita dihimpun menjadi satu wadah tanpa memandang perbedaan, meskipun memiliki perbedaan. Dari perbedaan tersebut, lahirlah jiwa korsa, sebuah semangat kebersamaan dan sepenanggungan. Dalam Pramuka, kita semua setara, tak ada sekat antara tua dan muda serta tak ada batasan antara kaya dengan miskin. Jiwa korsa inilah yang membuat ikatan kekeluargaan dalam Pramuka terjalin semakin erat.
Melalui Pramuka Penggalang, kita membuktikan bahwa persatuan yang diwariskan oleh para pahlawan pada peristiwa Sumpah Pemuda 1928, kini hidup dalam wujud kekompakan. Kita adalah sekumpulan remaja yang disatukan oleh janji Trisatya dan Dasadarma, bergerak bersama menciptakan karya.

Nah, setelah membaca filosofi dan keseruan di atas, bagaimana dengan pengalaman kalian? Tulis di kolom komentar ya!

Satu Pramuka untuk Satu Indonesia!
Salam Pramuka!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peristiwa Alam Oleh Aurel Dan Reysha 9D